Saturday, July 22, 2017

Hati-Hati! Inilah Bahaya Rubella Bagi Ibu Hamil



Campak Jerman atau Rubella adalah infeksi virus yang bisa dikenali dengan ditandai ruam merah pada kulit, jenis penyakit ini disebabkan oleh virus rubella yang menyebar dan menular melalui air liur saat bersin dan batuk.

Pada umumnya rubella menyerang remaja dan anak-anak, akan tetapi jika virus rubella sampai terjadi pada wanita hamil apalagi pada wanita yang masih hamil muda atau trimester pertama ,rubella dapat menyebabkan sindrom rubellakongential yang akan menimbulkan komplikasi berat bahkan yang lebih mengerihkan dapat menyebabkan kematian.

"Penyakit ini dapat menyebabkan keguguran tiba-tiba/mendadak, lahir mati sampai kecacatan pada bayi yang baru dilahirkan. Sindrom ini bisa mengakibatkan kelainan bawaan semacam gangguan mental atau retardasi mental, kelaianan jantung, otak,kebutaan dan tuli ," papar Dirjen Pencegahan & Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dr. H. Muhammad Subuh, MPPM.

Sementara gejala virus jerman / rubella pada ibu hamil, dijelaskan Perwakilan Ikatan dokter anak indonesiaa  ( DAI )Dr dr Hindra Irawan SpA(K), cenderung ringan. "Wanita pada saat hamil terkena rubella bisa terkena demam tinggi, ruam, sakit kepala, sakit otot, nyeri sendi. Gejalanya mungkin ringan, tapi ketika terdiagnosa rubella bisa terjadi keguguran," jelas dr Hindra.

"Misalnya wanita yang sudah terinfeksi rubella & keguguran, tubuhnya kebal & tidak lagi terinfeksi di hamil berikutnya. Calon ibu yang pernah terkena rubella risikonya akan lebih kecil. Jadi janin yang dikandung bisa terbebas dari rubella tersebut," tambahnya.

 Melihat bahanya penyakit tersebut pemerintah kemudian menekankan pentingya untuk melakukan vaksin atau imunisasi campak, Kemenkes akan mulai memberikan imunisasi measles rubella(MR) atau campak jerman pada bulan agustus sampai september 2018 untuk pulau jawan dan luar jawa.

"Tujuan imunisasi (MR) untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak jerman atau  rubella, cepat memutuskan transmisi  rubella, turunkan angka kesakitan dan kejadian," tutup Subuh.

No comments:

Post a Comment